Resume Sistematika Penulisan Skripsi Mahasiswa PAI/FTIK IAIN Pontianak





1.          SURAT-SURAT R.A KARTINI DALAM BUKU "HABIS GELAP TERBITLAH TERANG" PERSPEKTIF PENDIDIKAN KARAKTER



SKRIPSI





OLEH:

YUNIARSHIE
NIM : 1131110061

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM ( PAI )
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN (FTIK)
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) PONTIANAK
2018/1439 H




2. MOTO

"Banyak hal yang bisa menjatuhkan. Tapi satu - satunya hal yang benar - benar dapat menjatuhkan adalah sikapmu sendiri"

R.A Kartini


"Jangan pernah mengeluh hal - hal yang datang dalam hidupmu. Tuhan tak pernah memberikannya, kamulah yang membiarkannya datang" 
R.A Kartini

3. ABSTRAK

YUNIARSHIE, Surat-surat R.A Kartini dalam buku  " Habis Gelap Terbitlah Terang " Perspektif Pendidikan Karakter : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, 2017.
      Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan: pertama, perspektif, pendidikan karakter terhadap surat-surat Kartini; kedua, relevansi pemikiran kartini terhadap wacana pendidikan karakter.
      Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif yang berjenis library Research pendekatan pada penelitian ini menggunakan hermeneutika kritis. Sedangkan untuk memperoleh data peneliti lakukan dengan cara mengumpulkan mempelajari dan menelaah surat-surat R.A Kartini dalam buku-buku yang berkaitan dengan penelitian. Kemudian untuk melakukan analisis data peneliti menggunakan teknik analisis deskriptif.
      Berdasarkan pada analisis yanag telah dilakukan, maka peneliti menyimpulkan bahwa; Pertama, dalam perspektif dalam pendidikan karakter surat-surat Kartini mengandung sejumlah nilai-nilai pendidikan karakter, diantaranya, nilai karakter religius, nilai karakter kerja keras dan nilai karakter semangat kebangsaan. Hal inilah yang menjadi titik persamaaan tujuan pendidikan Kartini dengan tujuan pendidikan karakter, kedua, relevansi surat-surat R.A Kartini dalam pendidikan wacana karakter dapat dilihat dari banyaknya perempuan-perempuan yang saat ini bebas menempuh pendidikan serta menjadi wanita karir yang sukses dan berkarakter. Hal ini dapat kita lihat dari banyaknya wanita yang duduk dikursi pemerintahan dan bisa dilihat dari kecendrungan pemerintah dalam menggalakkan pendidikan karakter di Indonesia yang semakin berkembang. Pemikiran Kartini tentang pendidikan karakter memang sangat relevan dengan pendidikan karakter di Indonesia

4. DAFTAR ISI
    ABSTRAK
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR LAMPIRAN

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Fokus dan Masalah Penelitian
C. Tujuan Penelitian
D. Manfaat Penelitian

  1. Manfaat Teorotis
  2. Manfaat Praktis
         a.  Mahasiswa 
         b.  Perpustakaan IAIN
         C. Peneliti


BAB II KAJIAN PUSTAKA
 A. Peneliti Terdahulu
 B. Tinjauan Pustaka
    1. Hakikat Pendidikan Karakter
    2. Urgensitas Pendidikan Karakter
    3. Tujuan Pendidikan Karakter
    4. Metodologi Pendidikan Karakter
        a. Mengajarkan
        b. Keteladanan
        c. Menentukan Prioritas
        d. Praktis Prioritas
        e. Refleksi
    5. Pendidikan Karakter Bagi Perempuan

BAB III METODE PENELITIAN
 A. Jenis Penelitian
 B. Sifat Penelitian
 C. Pendekatan Penelitian
 D. Sumber Data
 E. Teknik dan Alat Pengumpulan Data
 F. Teknik Alasis Data

BAB IV SURAT-SURAT R.A KARTINI DALAM BUKU " HABIS GELAP TERBITLAH TERANG " PERSPEKTIF PENDIDIKAN KARAKTER
 A. Biografi R.A Kartini
    1. Kartini Kecil ( 1879-1891)
    2. Kartini Remaja (1891-1895)
    3. Kartini Dewasa (1895-1904)
    4. Kontribusi Pemikiran Kartini Dalam Pendidikan Karakter
B. Deskripsi Tema Tentang Surat-Surat Kartini
D. Relevansi Surat-Surat Kartini Terhadap Wacana Pendidikan Karakter
E. Keadaan Kaum Perempuan di Masa Modern
    1. Wanita dan Pendidikan
    2. Wanita dan Bisnis
    3. Wanita dan Politik

BAB V PENUTUP
 A. Kesimpulan
 B. Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN


5. Kutipan

  1.  Ciri khas seseorang dan karakter tidak dapat dilepaskan dari konteks sosial budaya karena karakter terbentuk dalam lingkungan sosial budaya tertentu. (Syamsul Kurniawan,2013 : 18)
  2. Individu yang berkarakter baik adalah individu yang bisa membuat keputusan dan siap mempertanggung jawabkan semua akibat dari keputusan yang ia buat. ( Masnur, 2011: 70)
  3. Individu yang berkarakter baik atau unggul adalah seseorang yang berusaha melakukan hal yang terbaik terhadap Tuhan YME , dirinya,sesama, lingkungan ,bangsa dan negara dengan mengoptimalkan potensi ( pengetahuan ) dirinya dan disertai dengan kesadaran emosi dan perasaannya. ( Syamsul Kurniawan,2013: 29)
  4. Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. ( Nanang Purwanto 2011:184-186)
  5. Dengan hanya menjalani sejumlah gagasan atau model karakter saja tidak akan membuat peserta didik menjadi manusia kreatif yang tahu bagaimana menghadapi perubahan zaman. (Adang Hambali,2009:103)
  6. Masyarakat harus dibekali dengan karakter yang baik karena masyarakat yang memiliki karakter yang baik akan menopang kemajuan bangsa. (Masnur Muslich 2011:35)
  7. Mutu pendidikan karakter peserta didik sangat urgen untuk diingatkan. ( Syamsul Kurniawan, 2014: 32)
  8. pendidikan karakter itu sama dengan pendidikan akhlak dalam pandangan islam. Akhlak dalam pandangan islam ialah kepribadian. ( Abdul Majib,2011:47)
  9. Secara garis besarnya tujuan pendidikan islam dapat dilihat dari tujuan dimensi utama. Setiap dimensi mengacu kepada tujuan pokok yang khusus (Ana Rosilawati,2013:46)
  10. Seorang ibu memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan karakter anak, dikarenakan ibulah yang selalu bersentuhan dengan anak baik fisik maupun pikiran.(Sylvia 2003:29)
6. DAFTAR PUSTAKA

 Syamsul kurniawan. (2014). Pendidikan Karakter, Yogyakarta; Ar-Ruzz Media.
 Haryati Soebadio dan Saprinah Saldi. (1990) Kartini Pribadi Mandiri, Jakarta: Gramedia Pustaka     Utama.
 Syamsul kurniawan. (2014). Pendidikan Karakter, Yogyakarta; Ar-Ruzz Media.
 Bambang & Adang Hambali. (2009), Pendidikan Karakter Berbasis Al-Qur'an. Bandung: Simbiosa   Rekatama Media.
 Jessica Elmira. (2010), Kekuatan dan  Rahasia Wanita, Solo: Rumah Pengetahuan.
 Muchlas Samani.(2016), Konsep dan Pendidikan Karakter. Bandung: Remaja Rosdakarya.
 Syamsul kurniawan. (2014). Pendidikan Karakter, Yogyakarta; Ar-Ruzz Media
 Abdul Majid.(2011). Pendidikan Karakter Perspektif Islam. Bandung: Remaja Rosdakarya
 Ana Rosiawati.(2013). Ilmu Pendidikan Islam. Pontianak: STAIN Press
 Sylvia Rimm.(2003). Mendidik dan Menerapkan Disiplin Pada Anak. Jakarta: Gramedia Pustaka   Utama

7. Dokumentasi Hasil Resume
 
Gambar 1.1





Gambar 1.2


Gambar 1.3
Gambar 1.4


Gambar 1.5


Komentar