KULTUR SEKOLAH

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh perkenalkan blog pribadi saya sudah lama tidak menulis di blog

Nama               : Rudi

Nim                 : 11901163

Prodi/ Kelas     : PAI / 4 E

Mata Kuliah     : Magang 1

 

Kultur Sekolah

Tulisan ini dibuat untuk memenuhi tugas kuliah Magang 1 yang diampu oleh Ibu Farninda Aditya,M.Pd., disini saya akan membahas hasil pemahaman saya tentang kultur sekolah yang saya dapat dari beberapa sumber dan juga masukan dari teman teman langsung saja kita masuk ke pembahasan.

    Salah satu persoalan penting dan genting dunia pendidikan kita adalah bagaimana meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. Masyarakat kini semakin sadar bahwa pendidikan adalah salah satu jembatan untuk meraih kehidupan masa depan yang lebih baik (better education better life), pendidikan yang bermutu menjadi kebutuhan, tuntutan dan harapan seluruh lapisan masyarakat. Berbagai usaha meningkatkan mutu pendidikan telah dilakukan oleh pemerintah, seperti pendidikan dan pelatihan guru, pengadaan sarana dan prasarana, peningkatan kompetensi dan profesionalisme guru melalui lesson study dan sertifikasi guru, studi banding di dalam maupun ke luar negeri, peningkatan kesejahteraan guru melalui tunjangan sertifikasi dan sebagainya, tetapi fakta menunjukkan bahwa disebagian besar sekolah semua usaha tersebut tidak berdampak signifikan terhadap peningkatan mutu. Hal ini tentunya menimbulkan tanda tanya. Menurut Koentjaraningrat (2003: 72) kebudayaan adalah seluruh sistem gagasan dan rasa, tindakan, serta karya yang dihasilkan manusia dalam kehidupan bermasyarakat, yang dijadikan miliknya dengan belajar.

    Kultur merupakan pandangan hidup yang diakui bersama oleh suatu kelompok masyarakat, yang mencakup cara berfikir, perilaku, sikap, nilai yang tercermin baik dalam wujud fisik maupun abstrak. Oleh karena itu, suatu kultur secara alami akan diwariskan oleh suatu generasi kepada generasi berikutnya. Sekolah merupakan lembaga utama yang didesain untuk memeperlancar proses transmisi kultural antar generasi tersebut (Ariefa Efianingrum, 2009: 21). Jadi dapat disimpulkan  bahwa kultur sekolah adalah suatu kebudayaan yang dimiliki oleh sekolah setiap sekolah mempunyai kultur yang berbeda namun tetap sama dari generasi ke generasi tiap sekolah diturunkan dengan tujuan untuk mencapai tujuan yang dibangun untuk sekolah tersebut melalui kebiasaan dan kebudayaan yang sudah tercipta dari awal berdirinya sekolah tersebut.seperti contoh kultur sekolah adalah suatu kegiatan yang memang wajib diadakan semisal kegiatan perlombaan yang memperebutkan piala bergilir dari sekolah tersebut atau setiap hari ulang tahun sekolah tersebut maka diadakan kegiatan bazar gratis selain itu dapat kita simpulkan lagi kultur sekolah adalah ciri khas yang menjadi cerita ataupun tujuan diadakan sebuah kegiatan tersebut selain mempromosikan juga sebagai bentuk pembelajaran bagi warga sekolah ataupun masyarakat sekitar sekolah.

         Undang Undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional  (UUSPN) bab II pasal 3 tentang fungsi dan tujuan pendidikan  menyatakan bahwa “Pendidikan Nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berahlak mulia, sehat,berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.” . Serta Bab III pasal 4 yang menyatakan “Pendidikan diselenggarakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat.” Dan bab IV pasal 5 yang menyatakan “Setiap warga Negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu.”

            Berdasarkan undang undang diatas dapat kita pahami dalam menyelengarakan pendidikan sekolah wajib mempunyai tujuan yang bertumpu penuh dalam UUD tersebut sebagai langkah awal kultur sekolah menjadi penentu bermutu atau tidaknya segala bentuk penyelenggaraan pendidikan yang ada di sekolah tersebut dan harus mempersiapkan lulusan yang terbaik nantinya awal yang baik akan menghasilkan hal yang baik juga. Selain itu bisa dijadikan langkah awal dalam menentukan referensi bagi langkah awal dalam memasuki dunia pendidikan kita perlu seluk beluk sekolah yang akan kita masuki sebagai tempat kita menuntut ilmu maka pengetahuan tentang kultur sekolah sangat dibutuhakn kita harus tau bagaimana sistem dan penyelenggaraan pendidikan di sekolah tersebut dan juga kualitas guru,dll sebagai bahan acuan ya pengetahuan tentang kultur sekolah ini sangat jadi penentu bagi kita sebagai pelajar lingkungan sekolah sangat mempengaruhi kepribadian seseorang.

            Salah satu faktor penentu keberhasilan penyelanggaraan proses pendidikan adalah kultur yang dibangun dengan baik. Kultur sekolah yang baik diharapkan akan berhasil meningkatkan mutu pendidikan yang tidak hanya memiliki nilai akademik namun sekaligus bernilai afektif. Bulach, Malone dan Castleman (1994) telah melakukan penelitian yang dilakukan di 20 sekolah menunjukkan bahwa perbedaan kultur sekolah menunjukkan perbedaan yang berarti yang ditunjukkan dengan perbedaan prestasi akademik siswa yang berasal dari sekolah yang berkultur baik dibandingkan dengan prestasi siswa dari  sekolah yang berkultur kurang baik. Hal ini berarti bahwa “sekolah yang berhasil membangun dan memberikan kultur yang baik akan menghasilkan prestasi belajar yang tinggi dan tidak hanya bernilai akademik tapi juga menghasilkan kultur dengan nilai-nilai kemanusiaan yang lebih baik, berbudaya, berahlak dan berbudi pekerti luhur “(Zamroni, 2009).

Arah Pengembangan Kultur Sekolah:

1)    - Standar moral yang tinggi

2)     -Tanggung jawab (kerja keras dan disiplin)

3)     - Jujur

4)      - Kebersamaan dan persaudaraan

5)     - Sopan santun

6)      - Bersih dan rapi

7)     - Cinta tanah air

8)     - Leadership & Enterpreneurship

9)      -Positive Thinking

10  - Optimis, keyakinan akan berhasil

11  -I Can Do It type

12- Sense of quality (memiliki budaya dan peka terhadap mutu)

13- Sense of Improvement

14- Selalu mau mencoba, tidak pernah menyerah

15- Berpegang pada tujuan

16- Pendidikan Karakter

        Dari pemaparan diatas cukup banyak jika kita jelaskan satu persatu saya mengambil satu yang menyangkut semua materi kultur sekolah bisa kita pahami bahwa tujuan awal didirikan sekolah tersebut adalah termasuk kultur sekolah dan langkah selanjutnya adalah tujuan penyelenggaraan pendidikan seperti apa dan untuk apa sekolah sangat menentukan bagaimana lahirnya SDM yang berkualitas menyangkut kepentingan kualitas warga negara pendidikan dimulai dari orang tua meskipun begitu tak lain dan tak bukan akademik seseorang ditentukan oleh sekolah bagaimana bisa kita sebagai orang tua harus mempersiapkan segala bentuk pendidikan bagi anak kita nah, sekolah sangat menentukan hal tersebut kita sebagai orang tua harus mempunyai alasan yang kuat untuk menitipkan anak kita ke lembaga pendidikan yang berkualitas sebagai orang tua lapisan masyarakat kita juga berhak ikut dalam segala bentuk penyelenggaraan pendidikan kebudayaan sekolah dll.

            “Lingkungan masyarakat luas jelas memiliki pengaruh besar terhadap keberhasilan penanaman nilai-nilai estetika dan etika untuk pembentukan karakter. Dari perspektif Islam” menurut Shihab (1996: 321), situasi kemasyarakatan dengan sistem nilai yang dianutnya, mempengaruhi sikap dan cara pandang masyarakat secara keseluruhan. Jika sistem nilai dan pandangan mereka terbatas pada “kini dan di sini”, maka upaya dan ambisinya terbatas pada kini dan di sini pula. Peran serta Masyarakat (PSM) dalam pendidikan memang sangat erat sekali berkait dengan pengubahan cara pandang masyarakat terhadap pendidikan. ini tentu saja bukan hal yang ,mudah untuk dilakukan. Akan tetapi apabila tidak dimulai dan dilakukan dari sekarang, kapan rasa memiliki, kepedulian, keterlibatan, dan peran serta aktif masyarakat dengan tingkatan maksimal dapat diperolah dunia pendidikan.

            Jenis jenis peran serta masyarakat dalam pendidikan Ada bermacam-macam tingkatan peran serta masyarakat dalam pembangunan pendidikan. Yang biasa diklasifikasikan dalam, dimulai dari tingkat terendah ke tingkat lebih tinggi, yaitu:

Peran serta dengan menggunakan jasa pelayanan yang tersedia. Jenis ini adalah jenis tingkatan yang paling umum, pada tingkatan ini masyarakat hanya memanfaatkan jasa sekolah untuk pendidikan anak.

2)   Peran serta secara pasif Artinya, menyetujui dan menerima apa yang diputuskan lembaga pendidikan lain, kemudian menerima keputusan lembaga tersebut dan mematuhinya.

3) Peran serta dengan memberikan kontribusi dana, bahan, dan tenaga. Pada jenis ini, masyarakat berpartisipasi dalam perawatan dan pembangunan fisik sarana dan prasaranan pendidikan dengan menyumbangkan dana, barang atau tenaga.

4)   Peran serta dalam pelayanan. Masyarakat terlibat dalam kegiatan belajar mengajar, misalnya membantu sekolah dalam bidang studi tertentu.

5)  Peran serta sebagai pelaksana kegiatan yang didelegasikan misalnya, sekolah meminta masyarakat untuk memberikan penyuluhan pentingnya pendidikan, dan lain-lain.

6)     Peran serta dalam pengambilan keputusan.

   Dalam hal ini masyarakat sangat berpengaruh baik internal ataupun eksternal penyelenggaraan pendidikan pikiran dan tenaga masyarakat dalam mencapai tujuan pendidikan juga diperlukan karena letak sekolah dan lingkungan masyarakat sangat, sekolah tidak mengikut kebudayaan masyarakat dan begitu pula sebaliknya maka suatu kultur sekolah harus memiliki feedback untuk masyarakat begitu juga sebaliknya kebersamaan ini harus sejalan dengan penyelenggaraan pendidikan di sekolah tersebut masyarakat juga sangat diperlukan dalam masukan pemikiran bagaiman jalannya kebudayaan sekolah tanpa meninggalkan budaya masyarakat karena pada dasarnya setinggi apapun pendidikan kita masyarakatlah tempat kita mengabdikan segala bentuk pengetahuan kita baik teori ataupun praktik kultur sekolah sangat menentukan hal ini karena kepribadian seseorang berbeda namun bisa terbentuk kultur manusia yang sama yaitu hidup social tanpa bisa hidup dengan adanya bantuan manusia lain pantas tidaknya manusia dalam kehidupan masyarakat adalah bagaimana kepribadiannya dalam menuntut ilmu dan juga menerapkannya dalam kehidupan masyarakat kultur sekolah inilah yang membentuk manusia untuk dasar manusia yang sebenarnya.

Fungsi Kultur Sekolah

            Dalam upaya meningkatkan mutu sekolah dituntut untuk terus menerus melakukan perbaikan, pengembangan kualitasnya melalui peningkatan kultur sekolah. Kultur sekolah memegang peranan penting dalam peningkatan mutu karena memiliki empat fungsi, yaitu:

1)      Sebagai alat untuk membangun identitas (jati diri).

Selain pendidikan informal jati diri seseorang sangat ditntukan oleh pendidikan formal di sekolah karena disini seseorang bisa menentukan jadi diri yang sebenarnya.

2)      Kultur sekolah akan mendorong warga sekolah untuk memiliki komitmen yang tinggi.

Komitmen adalah tujuan dari apa yang ingin dicapai setiap orang mempunyai komitmen yang tinggi untuk tujuan hidup maupun lainnya

3)      Kultur sekolah akan mendorong terbentuknya stabilitas dan dinamika sosial yang berkualitas.  Hal ini penting agar lingkungan sekolah menjadi kondusif tidak terganggu oleh konflik yang akan menghambat peningkatan mutu pendidikan.

4)      Kultur sekolah akan membangun keberartian lingkungan yang positif bagi warga sekolah.

Seperti yang saya bahas tadi setinggi apapun ilmu maka kita akan turun ke masyarakat untuk menerapkan segala bentuk ilmu pengetahuan kita untuk membangun.

 

Mungkin hanya itu saja yang dapat saya paparkan tentang pemahaman saya tentang kultur sekolah.

Terima kasih, Wassalamualaikum Warahmatullahi wabarakatu.




Berikut link yang dapat saya paparkan buat referensi teman teman.

https://eprints.uny.ac.id/7779/3/BAB%202%20-%2008110241018.pdf

https://eprints.uny.ac.id/9149/3/bab%202%20-08511241027.pdf

http://www.sman1subang.sch.id/html/index.php?id=artikel&kode=28

file:///C:/Users/User/Downloads/757-2824-1-PB.pdf

 

 

 

 

 

 

 



Komentar