Manajemen Kelas

Nama                           : Rudi

Nim                             : 11901163

Prodo/ Kelas               : PAI / 4E

Mata Kuliah                : Magang 1

Dosen Pengampu        : Farninda Aditya, M.Pd.

 

Manajemen Kelas

Baik sekarang kita masuk ke tugas minggu ke tiga kali ini saya akan membahas tentang manajemen kelas mungkin disini kita jarang mendengar kata manajemen kelas atau bahkan jarang yang mengetahui apa sih itu manajemen kelas dan apa yang ada dalam organisasi ini nah langsung saja kita bahas yaa

            Manajemen seperti saya bahas di minggu lalu kita bahas disini lagi supaya tidak lupa dan tidak salah mengartikan apa itu manajemen, manajemen berasal dari kata bahasa inggris yaitu management. Manajemen merupakan rangkaian usaha untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan memanfaatkan orang lain, sedangkan yang dimaksud dengan kelas adalah suatu kelompok orang yang melakukan kegiatan belajar bersama sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan, dalam kelas tersebut, guru berperan sebagi manajer utama dalam merencanakan, mengorganisasikan, mengaktualisasikan, dan melaksanakan pengawasan atau supervisi kelas. Sedangkan kelas dalam perspektif pendidikan  dapat dipahami sebagai sekelompok peserta didik yang berada pada waktu yang sama, serta bersumber dari guru yang sama.

            Berdasarkan pengertian di atas maka manajemen kelas adalah ketrampilan guru untuk menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif dan mengendalikannya jika terjadi gangguan dalam pembelajaran, Mulyasa (2006) dalam Priansa (2014:23). Jadi, manajemen kelas dapat diartikan  sebagai kemampuan guru dalam menmanfaatkan potensi kelas berupa pemberian kesempatan seluas-luasnya pada setiap individu untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang kreatif dan terarah sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik.

            Pembahasan diatas merupakan sumber bacaan yang saya kutip dari website sebelah nah dapat kita pahami dan kita simpulkan ya disini manajemen kelas sebuah kegiatan yang merupakan satu kesatuan yang kompleks antara guru dan murid yang berada dalam satu ruang yang sama dan dalam satu waktu yang sama tidk lain tidak bukan ya kegiatn belajar mengajar dikelas yang setiap hari dilaksanakan di sekolah pada waktu yang tertentu nah guru sebagai manajer disini memimpin jalannya sebuah pembelajaran yang kondusif melatih, mengajar peserta didik dengan ilmu yang ada mata pelajaran sebagai subjek pembantu demi terjalannya suatu pendidikan yang sistematis yang dikelola dalam suatu kegiatan yaitu manajemen kelas murid merupakan objek kegiatan dimana disini merupakan tempatnya mereka dikembangkan melalui pembelajaran.

            selain itu murid juga diberi kebebasan mengembangkan segala potensi pribadinya dari masing masing individu yang berada dikelas dengan tujuan pembelajaran yang telah disepakati demi berjalannya suatu pembelajaran yang terencana, guru harus mampu melihat macam macam kelas yang beliau ajar ada yang kelasnya suka ribut ada yang kelas kalem tidak ada keributan nah guru harus bisa memahami kedua ini bagaimana caranya guru harus bisa menciptakan suasana yang kondusif dari masing masing kelas yang berbeda sesuai dengan isi murid yang berbeda kepribadian nah menurut saya ini sesuai dengan pengalaman saya waktu masih duduk dibangku madrasah kelas saya terkenal dengan kelas yang ribut tapi saya selalu memperhatikan setiap saat penyebab dari kelas kami ribut karena setiap guru yang mengajar itu berbeda ketika ada guru yang kami rasa suka bergurau juga kadang kami juga sama jadi kelas ikut ribut juga begitu, nah berbeda dengan jika guru yang menurut kami garang atau bahkan siswa menyebut guru killer hehe, nah ini kami takut untuk ribut bahkan untuk bertanya saja kami enggan untuk itu, tapi yang akan saya bahas disini adalah pengalaman saya nah bagaimana kami bisa dengan enak belajar padahal kami suka ribut yang jadi pusat pemerhatian kami disini adalah guru jujur kami suka dengan guru yang mengajar materi dengan cara meanalogikan dengan kehidupan sehari- hari dan juga kami suka ketika guru menceritakan pengalaman mereka semasa menuntut ilmu nah ini kadang membuat kami termotivasi juga seperti itu inilah pentingnya guru menciptakan suasana yang kondusif untuk kegiatan belajar mengajar.

            Konsep dasar yang perlu dicermati dalam manajemen kelas adalah penempatan individu, kelompok, sekolah, dan faktor lingkungan yang mempengaruhinnya. Tugas guru sebagai mengontrol, mengatur atau mendisiplinkan peserta didik adalah tindakan yang kurang tepat lagi untuk saat ini. mengapa begitu bukan kurang tepat bahkan saya menganggap hal ini perlu ditinggalkan karena seharusnya aktifitas guru saat ini yang terpenting adalah memanaj, mengorganisir dan mengkoordinasikan segala aktifitas peserta didik menuju tujuan pembelajaran segala usaha dilakukan untuk mencapai tujuan ini, mengelola kelas merupakan keterampilan yang harus dimiliki guru dalam memutuskan, memahami, mendiagnosis, dan kemampuan bertindak menuju perbaikan suasana kelas yang lebih kondusif dan perlu memahami segala aspek-aspek manajemen kelas. Adapun aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam manajemen kelas adalah sifat kelas seperti yang tadi bahas kelas berbeda-beda suasananya sesuai dengan psikologis peserta didik, pendorong kekuatan kelas segala bentuk motivasi dalam hal pembelajaran menurut saya, situasi kelas ada yang ribut dan tidak ribut, tindakan selektif dan kreatif dalam mengorganisir dan memanej situasi kelas yang seperti ini untuk menciptkan suasana kelas yang sesuai tujuan pembelajaran. Dalam manajemen kelas, guru sebaiknya melakukan sebuah proses atau tahapan kegiatan yang dimulai dari merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi, sehingga apa yang dilakukan dalam memanej kelas merupakan satu kesatuan yang utuh dan saling terkait, sehingga seorang guru harus menumbuhkan dan mempertahankan organisasi kelas yang efektif seperti tujuan pengajaran, pengaturan waktu, pengaturan ruangan dan peralatan, serta pengelompokan siswa atau kelompok untuk kegiatan pembelajaran agar mereka saling bertukar pikiran dalam menyelesaikan segala bentuk permasalahan yang merupakan proses kegiatan pembelajaran.

            dilihat dari fungsinya, perencanaan adalah proses menentukan apa yang seharusnya dicapai dan bagaimana mencapainya sehingga harus membuat suatu target yang ingin dicapai atau diaraih di masa depan. Perencanaan juga merupakan proses menentukan tujuan dan menetapkan cara terbaik untuk mencapai tujuan, Robbins (1984) dalam Nasution dan Syafruddin (2005:71). Dalam kaitannya dengan kelas, merencanakan merupakan sebuah proses untuk memikirkan dan menetapkan secara matang tentang arah, tujuan, tindakan, sumber daya, sekaligus metode atau teknik yang tepat untuk digunakan guru di dalam kelas. dari pendapat para ahli diatas dapat kita jabarkan sesuai pemahaman kita menurut Robbins tadi manajemen kelas perlu perencanaan yang mana semua perencanaan tersebut harus sesuai denga kemampuan peserta didik menerima proses tersebut hingga tercapai tujuannya dari manajemen kelas yang akan dibuat oleh guru nah selanjutnya apa yang disebutkan oleh Nasution dan Syafruddin diatas hampir sama dengan pendapat Robbins namun disini mereka menekankan metode ataupun teknik yang harus digunakan oleh seorang guru itu harus tepat untuk digunakan dalam kelas karena harus sesuai dengan kebutuhan peserta didik tentunya.

            Setelah mendapat kepastian tentang arah, tujuan, tindakan, sumber daya, sekaligus metode atau teknik yang tepat untuk digunakan, lebih lanjut lagi guru melakukan upaya pengorganisasian agar rencana tersebut dapat berlangsung dengan sukses. Dalam manajemen atau pengelolaan kelas, ada pengorganisasian yang meliputi, Organisasi intra dan ekstra kelas, organisasi kegiatan belajar-mengajar, organisasi personil siswa dan organisasi fasilitas fisik kelas. Dengan adanya pengorganisasian kelas diharapkan kegiatan belajar mengajar dapat berjalan dengan baik dan lancar sehingga tujuan yang ditetapkan dapat tercapai, organisasi disini yang dimaksud adalah segala bentuk tinjauan guru mengenai manajemen kelas segala aspek yang perlu mendukung terlaksananya kegiatan manajemen kelas disini harus sesuai kriteria. selain itu kepemimpinan efektif di ruang kelas merupakan bagian dari tanggung jawab guru di dalam kelas nah sejatinya kepemimpinan adalah mempengaruhi orang lain untuk melakukan apa yang diinginkan pemimpin dalam hal ini guru memimpin, mengarahkan, memotivasi, dan membimbing peserta didik untuk dapat melaksanakaan proses belajar dan pembelajaran yang efektif sesuai dengan fungsi dan tujuan pembelajaran.

            Mengendalikan kelas bukan merupakan ataupun perkara yang mudah, karena di dalam kelas terdapat berbagai macam peserta didik yang memiliki karakteristik yang berbeda tidak semua sama, kegiatan di dalam kelas dimonitor, dicatat, dan kemudian dievaluasi agar dapat dideteksi apa yang kurang serta dapat direnungkan kira-kira apa yang perlu diperbaiki. pengendalian merupakan proses untuk memastikan bahwa aktivitas yang sebenarnya sesuai dengan aktivitas yang direncanakan setiap kegiatan yang telah terlaksana perlu ditinjau dan di evaluasi untuk melihat aspek apa saja yang sesuai dan yang perlu direncanakan supaya kegiatan sesuai dengan harapan tujuan pembejaran. Proses pengendalian dapat melibatkan beberapa elemen, yaitu menetapkan standar penampilan kelas seperti kelas yang banyak mengandung esetetik atau keindahan ini menjadi poin tambahan susasan kelas yang nyaman saat dipandang, menyediakan alat ukur standar penampilaan kelas, membandingkan unjuk kerja dengan standar yang telah ditetapkan di kelas, serta mengambil tindakan korektif saat terdeteksi penyimpangan-penyimpangan yang tidak sesuai dengan tujuan kelas meskipun standar penampilan kelas boleh bebas tapi tidak menutup kemungkinan bebas dari segala bentuk rasis ataupun hal yang mengandung kontroversial.

            Manajemen kelas pada umumnya bertujuan untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam pencapaian tujuan peembelajaran. Adapun kegiatan pengelolaan fisik dan pengelolaan sosio-emosional merupakan bagian dalam pencapaian tujuan pembelajaran dan belajar siswa. Keberhasilan sebuah kegiatan dapat dilihat dari hasil yang dicapainya. Tujuan adalah titik akhir dari sebuah kegiatan dari tujuan itu juga sebagai pangkal tolak pelaksanaan kegiatan selanjutnya. Keberhasilan sebuah tujuan dapat dilihat dari efektifitas dalam pencapaian tujuan itu serta tingkat efisiensi dari penggunaan sumberdaya yang dimiliki karena bisa jadi manajemen kelas ini bisa jadi contoh untuk kegiatan memanej kelas selanjutnya karena telah berhasil dan sesuai tujuan yang ingin dicapai. Ketercapaian tujuan manajemen kelas dapat dideteksi atau dilihat dari:

1.      Anak-anak memberikan respon yang setimpal terhadap perlakuan yang sopan dan penuh perhatian dari orang dewasa.

2.      Mereka akan bekerja dengan rajin dan penuh konsentrasi dalam melakukan tugas-tugas yang sesuai dengan kemampuannya (Priansa, 2014)

 

Tujuan merupakan hal yang terakhir dalam manajemen kelas dimana segala proses merupakan awal terbentuknya suatu tujuan yang diinginkan maka dari itu dua poin penting diatas perlu dipertimbangkan karena menyangkut aspek ekseternal seperti respon terhadap masyarakat.

Referensi: https://www.silabus.web.id/manajemen-kelas/

 

 

 


Komentar