Karakteristik Peserta Didik
Nama :
Rudi
Nim :
11901163
Prodi / Kelas :
PAI / 4E
Mata Kuliah :
Magang 1
Dosen Pengampu :
Farninda Aditya,M.Pd.
Karakteristik
Peserta Didik
Baik
kali ini saya akan menulis dan membahasa tentang materi ini sebagai bentuk
apresiasi atas tugas yang dosen kami berikan melalu blog ini kita sama sama
belajar dan semoga tulisan saya ini bisa bermanfaat untuk kita semua. Baik sebelum
kita masuk kepada inti materi ada baiknya kita memahami terlebih dahulu masing
masing dari kosa kata yang akan kita bahas yaitu “Karakteristik Peserta Didik “
apa itu karakteristik dan apa itu peserta didik dan jika kita memahami
masing-masing dari kata tersebut maka kita akan mudah memahami makna yang ada
dalam kata tersebut. nah langsung saja kita masuk kedalam pemabahasannya.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia,
kata karakter berasal dari kata “karakteristik” yang artinya sifat-sifat
kejiwaan, akhlak, atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari yang
lainnya. J.P Chaplin berpendapat, character adalah watak atau sifat yang dapat dirumuskan
dalam tiga pengertian, yaitu:
1) Kualitas
atau sifat yang tetap terusmenerus dan kekal yang dapat dijadikan ciri untuk
mengidentifikasi seorang pribadi.
2) Integrasi
atau sintesa dari sifat-sifat individual dalam bentuk satu atau kesatuan.
3) Kepribadian
seseorang dipertimbangkan dari titik pandangan etis atau moral.
Sedangkan James Drever berpendapat
beda, bahwa character digunakan dalam pengertian biologis terhadap suatu sifat
dari suatu organisme dalam dimana ia dapat dibandingkan dengan organisme
lainnya. Di bidang psikologi digunakan kepada integrasi kebiasaan, sentimen dan
ideal yang membuat tindakan seseorang relatif stabil dan dapat diramalkan,
sifat khusus pada integrasi ini, atau tampil dalam aksi, disebut character
traits dan tes yang disusun untuk mengungkapkan sifat demikian adalah
personality test. Dari situ dapat dijelaskan bahwa karakteristik memiliki arti
yang hampir sama dengan identitas atau dengan kepribadian. Kepribadian ditinjau
dari sudut pandang psikologi, pada prinsipnya merupakan susunan atau kesatuan
antara aspek perilaku mental (pikiran, perasaan, dan sebagainya) dengan aspek
perilaku behavioral (perbuatan nyata). Aspek-aspek tersebut, secara fungsional
dalam diri individu saling berkaitan, sehingga muncul tingkahlaku yang khas dan
menetap.
Karakteristik
berasal dari kata karakter yang berarti ciri, tabiat, watak, dan kebiasaan yang
dimiliki oleh seseorang yang sifatnya relatif tetap. Karakteristik peserta
didik dapat diartikan keseluruhan pola kelakukan atau kemampuan yang dimiliki
peserta didik sebagai hasil dari pembawaan dan lingkungan, sehingga menentukan
aktivitasnya dalam mencapai cita-cita atau tujuannya. Informasi terkait
karakteristik peserta didik sangat diperlukan untuk kepentingan-kepentingan
dalam perancangan pembelajaran. Hal ini sebagaimana yang dikemukakan oleh
Ardhana dalam Asri Budiningsih (2017: 11) karakteristik peserta didik adalah
salah satu variabel dalam desain pembelajaran yang biasanya didefinisikan
sebagai latar belakang pengalaman yang dimiliki oleh peserta didik termasuk
aspek-aspek lain yang ada pada diri mereka seperti kemampuan umum, ekspektasi
terhadap pembelajaran dan ciri-ciri jasmani serta emosional siswa yang
memberikan dampak terhadap keefektifan belajar. Dari pengertian tersebut dapat
disimpulkan bahwa pemahaman atas karakteristik peserta didik dimaksudkan untuk
mengenali ciri-ciri dari setiap peserta didik yang nantinya akan menghasilkan
berbagai data terkait siapa peserta didik dan sebagai informasi penting yang
nantinya dijadikan pijakan dalam menentukan berbagai metode yang optimal guna
mencapai keberhasilan kegiatan pembelajaran.
Ada perbedaan istilah peserta didik
dengan anak didik, dalam paradigma belajar sepanjang masa istilah tersebut yang
tepat adalah peserta didik. Sedangkan anak didik secara terminologi adalah anak
tidak berlaku dan berlangsung sepanjang masa, tetapi hanya usia individu belum
dewasa (sebelum 17 tahun dalam usia di Indonesia). Dengan demikian, yang dimaksud
peserta didik adalah orang yang menginginkan (the wilier) ilmu, dan menjadi
salah satu sifat Allah. yang berarti Maha Menghendaki. Pengertian tersebut
dapat dipahami karena seorang peserta didik dalam pandangan pendidikan Islam
adalah orang yang menghendaki agar mendapatkan ilmu pengetahuan, pengalaman dan
kepribadian yang baik untuk bekal hidupnya agar bahagia di dunia dan akhirat
dengan jalan belajar yang sungguh-sungguh. Istilah lain tentang peserta didik
dalam pendidikan Islam adalah al-thalib, yaitu orang yang mencari sesuatu. Artinya, seorang peserta didik adalah orang
yang tengah mencari ilmu pengetahuan, keterampilan dan pembentukan karakter
tertentu. Pengertian peserta didik dalam istilahal al-thalib lebih bersifat
aktif, mandiri, kreatif dan sedikit bergantung kepada guru. Peserta didik
sebagai al-thalib dalam beberapa hal dapat meringkas, mengkritik dan
menambahkan informasi yang disampaikan oleh guru. Dalam konteks ini, seorang
guru dituntut bersifat terbuka, demokratis, memberi kesempatan dan menciptakan
suasana belajar yang saling mengisi, dan mendorong peserta didik memecahkan
masalah-masalah yang dihadapi.
Dengan demikian, pembelajaran dari
guru harus merangsang peserta didik untuk belajar, berfikir, melakukan
penalaran yang memungkinkan peserta didik dan guru tercipta hubungan mitra
belajar. Minat dan pemahaman, timbal balik antara guru dan peserta didik ini
akan memperkaya kurikulum dan kegiatan belajar mengajar pada kelas
bersangkutan. Selanjutnya, istilah yang berhubungan erat dengan pengertian
peserta didik yaitu al-muta’allim, yaitu orang yang mencari ilmu pengetahuan.
Istilah muta’allim yang menunjukkan pengertian peserta didik, sebagai orang
yang menggali ilmu pengetahuan merupakan istilah yang populer dalam karya-karya
ilmiah para ahli pendidikan Islam. Sebagaimana dijelaskan oleh Adian Husaini
yang mengutip dari K.H. M. Hasyim Asy’ari (dalam buku beliau aadabul ‘aalim
wal-muta’aalim), bahwa muta’allim ada kaitannya dengan adab dalam pendidikan. Berdasarkan
pengertian istilah karakter dari para ahli di atas, dapat dipahami bahwa
karakter peserta didik yang ideal berarti sifat-sifat yang dimiliki individu
sebagai manusia yang dapat diidentifikasi sebagai orang yang mencari ilmu
pengetahuan dengan sungguh-sungguh untuk bekal di masa depan baik kehidupan
dunia maupun akhirat. Dengan demikian, masing-masing individu akan memiliki
karakteristik yang berbeda sesuai dengan kedudukan individunya masing-masing
tersebut.
Agar
kita memperoleh gambaran yang jelas tentang ragam karakteristik peserta didik
tersebut, maka ikuti paparan berikut:
a. Etnik
Negara Indonesia merupakan negara
yang luas wilayahnya dan kaya akan etniknya. Namun berkat perkembangan alat
transpotasi yang semakin modern, maka seolah tidak ada batas antar daerah/suku
dan juga tidak ada kesulitan menuju daerah lain untuk bersekolah, sehingga
dalam sekolah dan kelas tertentu terdapat multi etnik/suku bangsa, seperti
dalam satu kelas kadang terdiri dari peserta didik etnik Jawa, Sunda, Madura,
Minang, dan Bali, maupun etnik lainnya. Implikasi dari etnik ini, pendidik
dalam melakukan proses pembelajaran perlu memperhatikan jenis etnik apa saja
yang terdapat dalam kelasnya. Data tentang keberagaman etnis di kelasnya
menjadi informasi yang sangat berharga bagi pendidik dalam menyelenggarakan
proses pembelajaran. Seorang pendidik yang menghadapi peserta didik hanya satu
etnik di kelasnya, tentunya tidak sesulit yang multi etnik. Contoh Pak Ardi
seorang pendidik di kelas 6 Sekolah Dasar yang peserta didiknya terdiri dari
etnik Jawa semua atau Sunda semua, tentunya tidak sesulit ketika menghadapi
peserta didik dalam satu kelas yang multi etnik. Jika Pak Ardi melakukan proses
pembelajaran dengan peserta didik yang multi etnik maka dalam melakukan
interaksi dengan peserta didik di kelas tersebut perlu menggunakan bahasa yang
dapat dimengerti oleh semua peserta didiknya. Kemudian ketika memberikan
contoh-contoh untuk memperjelas tema yang sedang dibahasnya juga contoh yang
dapat dimengerti dan dipahami oleh semuanya.
b. Kultural,
Meskipun
kita telah memiliki jargon Sumpah Pemuda yang mengakui bertumpah darah yang
satu tanah air Indonesia, berbangsa yang satu bangsa Indonesia dan menjunjung bahasa
persatuan bahasa Indonesia. Namun peserta didik kita sebagai anggota suatu
masyarakat memiliki budaya tertentu dan sudah barang tentu menjadi pendukung
budaya tersebut. Budaya yang ada di masyarakat kita sangatlah beragam, seperti
kesenian, kepercayaan, norma, kebiasaan, dan adat istiadat. Peserta didik yang
kita hadapi mungkin berasal dari berbagai daerah yang tentunya memiliki budaya
yang berbeda-beda sehingga kelas yang kita hadapi kelas yang multicultural
c. Status
Sosial, Manusia diciptakan Tuhan dengan diberi rizki seperti
berupa pekerjaan, kesehatan, kekayaan, kedudukan, dan penghasilan yang berbeda-
beda. Kondisi seperti ini juga melatar belakangi peserta didik yang ada pada
suatu kelas atau sekolah kita. Peserta didik pada suatu kelas biasanya berasal
dari status sosialekonomi yang berbeda-beda. Dilihat dari latar belakang
pekerjaan orang tua, di kelas kita terdapat peserta didik yang orang tuanya
wira usahawan, pegawai negeri, pedagang, petani, dan juga mungkin menjadi
buruh. Dilihat dari sisi jabatan orang tua, ada peserta didik yang orang tuanya
menjadi pejabat seperti presiden, menteri, gubernur, bupati, camat, kepala
desa, kepala kantor atau kepala perusahaan, dan Ketua RT. Disamping itu ada
peserta didik yang berasal dari keluarga ekonomi mampu, ada yang berasal dari
keluarga yang cukup mampu, dan ada juga peserta didik yang berasal dari
keluarga yang kurang mampu
d. Minat.
Minat dapat diartikan suatu rasa lebih suka, rasa ketertarikan pada suatu hal
atau aktivitas. Hurlock (1990: 114) menyatakan bahwa minat merupakan suatu
sumber motivasi yang mendorong seseorang untuk melakukan kegiatan yang
dipilihnya. Apabila seseorang melihat sesuatu yang memberikan manfaat, maka
dirinya akan memperoleh kepuasan dan akan berminat pada hal tersebut. Lebih
lanjut Sardiman, (2011: 76) menjelaskan bahwa minat sebagai suatu kondisi yang
terjadi apabila seseorang melihat ciri-ciri atau arti sementara situasi yang
dihubungkan dengan keinginan-keinginan atau kebutuhan-kebutuhannya sendiri.
Oleh karena itu apa yang dilihat seseorang
sudah tentu akan membangkitkan minatnya sejauh apa yang dilihat itu mempunyai
hubungan dengan kepentingan orang tersebut. Atas dasar hal tersebut sebenarnya
minat seseorang khususnya minat belajar peserta didik memegang peran yang sangat
penting. Sehingga perlu untuk terus ditumbuh kembangkan sesuai dengan minat
yang dimiliki seorang peserta didik. Namun sebagaimana kita ketahui bahwa minat
belajar peserta didik tidaklah sama, ada peserta didik yang memiliki minat
belajarnya tinggi, ada yang sedang, dan bahkan rendah. Untuk mengetahui apakah
peserta didik memiliki minat belajar yang tinggi atau tidak sebenarnya dapat
dilihat dari indikator minat itu sendiri. Indikator minat meliputi: perasaan
senang, ketertarikan peserta didik, perhatian dalam belajar, keterlibatan siswa
dalam kegiatan pembelajaran, manfaat dan fungsi mata pelajaran.
Komentar
Posting Komentar