Sistem Evaluasi
Nama :
Rudi
Nim :
11901163
Prodi /
Kelas :
PAI / 4E
Mata
Kuliah :
Magang 1
Dosen Pengampu : Farninda
Aditya,M.Pd.
Sistem
Evaluasi
Pembelajaran merupakan investasi
yang paling utama bagi setiap bangsa apalagi bagi bangsa yang sedang berkembang
yang giat membangun negaranya. Pembangunan hanya dapat dilakukan oleh manusia
yang dipersiapkan melalui pembelajaran, guna mencapai esensi kemanusiaan yaitu
sebagai khalifah di atas bumi. Pengembangan pembelajaran tidak terlepas dari
tanggung jawab seorang pendidik, bagaimana pendidik tersebut melakukan
transformasi ilmu yang dimiliki dengan bahan ajar yang telah ada, serta dengan
memperhatikan metode-metode pengajar yang mudah diterima oleh peserta didik
sehingga tujuan tercapai sesuai dengan apa yang diharapkan. Tujuan yang hendak
dicapai tersebut, maka dalam proses pembelajaran guru harus melakukan suatu
kegiatan yang dinamakan dengan evaluasi. Evaluasi merupakan bagian dari proses
pembelajaran yang secara keseluruhan tidak dapat dipisahkan dari kegiatan
mengajar, melaksanakan evaluasi yang dilakukan dalam kegiatan pendidikan
mempunyai arti yang sangat utama, karena evaluasi merupakan alat ukur atau
proses untuk mengetahui tingkat pencapaian keberhasilan yang telah dicapai
peserta didik atas bahan ajar atau materi-materi yang telah disampaikan,
sehingga dengan adanya evaluasi maka tujuan dari pembelajaran akan terlihat
secara akurat dan meyakinkan. Evaluasi sebagai bagian dari program pembelajaran
perlu dioptimalkan, karena bukan hanya bertumpu pada penilaian hasil belajar,
tetapi juga perlu penilaian terhadap in put, proses, dan out put. Salah satu
faktor yang penting untuk efektivitas pembelajaran adalah faktor evaluasi baik
terhadap proses belajar maupun terhadap hasil pembelajaran. Evaluasi merupakan
kegiatan pengumpulan kenyataan mengenai proses pembelajaran secara sistematis
untuk menetapkan apakah terjadi perubahan terhadap peserta didik dan sejauh
manakah perubahan tersebut mempengaruhi kehidupan peserta didik. Evaluasi dapat
mendorong peserta didik untuk lebih giat belajar secara terus menerus dan juga
mendorong guru untuk lebih meningkatkan kualitas proses pembelajaran serta
mendorong pengelola pendidikan untuk lebih meningkatkan fasilitas dan kualitas
belajar peserta didik. Sehubungan dengan hal tersebut, optimalisasi sistem
evaluasi memiliki dua makna, pertama adalah sistem evaluasi yang memberikan
informasi yang optimal. Kedua adalah manfaat yang dicapai dari evaluasi.
Manfaat yang utama dari evaluasi adalah meningkatkan kualitas pembelajaran. Hal
tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan program pembelajaran selalu dilihat
dari aspek hasil belajar yang dicapai. Di sisi lain evaluasi pada program
pembelajaran membutuhkan data tentang pelaksanaan pembelajaran dan tingkat
ketercapaian tujuan pembelajaran. Kondisi yang demikian tidak hanya terjadi
pada jenjang pendidikan tinggi, tetapi juga terjadi dijenjang pendidikan dasar
dan menengah. Keberhasilan program pembelajaran selalu dilihat dari aspek hasil
belajar, sementara implementasi program pembelajaran di kelas atau kualitas
proses pembelajaran itu berlangsung jarang tersentuh kegiatan penilaian. Dengan
demikian evaluasi sangat dibutuhkan dalam berbagai kegiatan kehidupan manusia
sehari-hari, karena disadari atau tidak disadari, sebenarnya evaluasi sudah
sering dilakukan, baik untuk diri sendiri maupun kegiatan sosial lainnya. Hal ini
dapat dilihat mulai dari berpakaian, setelah berpakaian ia berdiri dihadapan
cermin apakah penampilannya sudah wajar atau belum, sampai pada hal-hal yang
lebih besar dalam kehidupan manusia. Contohnya ketika seorang pejabat negara
berakhir masa jabatannya, maka orang lain yang ada disekitarnya akan melakukan
penilaian atau evaluasi terhadap kinerjanya selama masa kepemimpinannya. Apakah
kepemimpinannya tersebut berhasil atau tidak. Begitu pula dalam dunia
pendidikan tidak dapat dipisahkan dengan kegiatan evaluasi itu sendiri.
Dikatakan demikian, karena evaluasi merupakan salah satu komponen dasar dari
sistem pendidikan yang harus dilakukan secara sistematis dan terencana sebagai
alat untuk mengukur keberhasilan atau target yang akan dicapai dalam proses pembelajaran.
Secara etimologi “ evaluasi” berasal
dari bahasa Inggris yaitu evaluation dari akar kata value yang berarti nilai
atau harga. Nilai dalam bahasa Arab disebut al-qiamah atau al- taqdir’ yang
bermakna penilaian (evaluasi). Sedangkan secara harpiah, evaluasi pendidikan
dalam bahasa Arab sering disebut dengan al-taqdiraltarbiyah yang diartikan
sebagai penilaian dalam bidang pendidikan atau penilaian mengenai hal-hal yang
berkaitan dengan kegiatan pendidikan .Secara terminologi, beberapa ahli memberikan
pendapat tentang pengertian evaluasi diantaranya: Edwind dalam Ramayulis
mengatakan bahwa evaluasi mengandung pengertian suatu tindakan atau proses
dalam menentukan nilai sesuatu. Sedangkan M.Chabib Thoha, mendefinisikan
evaluasi merupakan kegiatan yang terencana untuk mengetahui keadaan objek
dengan menggunakan instrumen dan hasilnya dibandingkan dengan tolok ukur untuk
memperoleh kesimpulan Pengertian evaluasi secara umum dapat diartikan sebagai
proses sistematis untuk menentukan nilai sesuatu (ketentuan, kegiatan,
keputusan, unjuk-kerja, proses, orang, objek dan yang lainnya) berdasarkan
kriteria tertentu melalui penilaian. Untuk menentukan nilai sesuatu dengan cara
membandingkan dengan kriteria, evaluator dapat langsung membandingkan dengan kriteria
umum, dapat pula melakukan pengukuran terhadap sesuatu yang dievaluasi kemudian
membandingkan dengan kriteria tertentu. Dalam pengertian lain antara evaluasi,
pengukuran, dan penilaian merupakan kegiatan yang bersifat hirarki. Artinya
ketiga kegiatan tersebut dalam kaitannya dengan proses pembelajaran tidak dapat
dipisahkan satu sama lain dan dalam pelaksanaannya harus dilaksanakan secara
berurutan. Dalam kaitan ini ada dua istilah yang hampir sama tetapi
sesungguhnya berbeda, yaitu penilaian dan pengukuran. Pengertian pengukuran
terarah kepada tindakan atau proses untuk menentukan kauntitas sesuatu, karena
itu biasanya diperlukan alat bantu. Sedangkan penilaian atau evaluasi terarah
pada penentuan kualitas atau nilai sesuatu. Evaluasi pembelajaran adalah proses
untuk menentukan nilai belajar dan pembelajaran yang dilaksanakan, dengan
melalui kegiatan penilaian atau pengukuran belajar dan pembelajaran. Sedangkan
pengertian pengukuran dalam kegiatan pembelajaran adalah proses membandingkan
tingkat keberhasilan belajar dan pembelajaran dengan ukuran keberhasilan
belajar dan pembelajaran yang telah ditentukan secara kuantitatif, sementara
pengertian penilaian belajar dan pembelajaran adalah proses pembuatan keputusan
nilai keberhasilan belajar dan pembelajaran secara kualitatif Dengan adanya
evaluasi, peserta didik dapat mengetahui sejauh mana keberhasilan yang telah
dicapai selama mengikuti pendidikan. Pada kondisi di mana peserta didik
mendapatkan nilai yang memuaskan, maka akan memberikan dampak berupa suatu stimulus,
motivator agar peserta didik dapat lebih meningkatkan prestasi. Pada kondisi di
mana hasil yang dicapai tidak memuaskan. maka peserta didik akan berusaha
memperbaiki kegiatan belajar, namun demikian sangat diperlukan pemberian stimulus
positif dari guru/pengajar agar peserta didik tidak putus asa. Sedangkan
evaluasi dalam pendidikan Islam adalah pengambilan sejumlah yang berkaitan
dengan pendidikan Islam guna melihat sejauhmana keberhasilan pendidikan yang
selaras dengan nilai-nilai Islam sebagai tujuan dari pendidikan itu sendiri.
Lebih jauh Jalaludin mengatakan bahwa evaluasi dalam pendidikan Islam telah
menggariskan tolok ukur yang serasi dengan tujuan pendidikannya. Baik tujuan
jangka pendek yaitu membimbing manusia agar hidup selamat di dunia, maupun
tujuan jangka panjang untuk kesejahteraan di akhirat nanti. Kedua tujuan
tersebut menyatu dalam sikap dan tingkah laku yang mencerminkan akhlak yang
mulia. Sebagai tolok ukur dan akhlak mulia ini dapat dilihat dari cerminan
tingkah laku dalam kehidupan sehari-hari. Al- Qur’an sebagai dasar segala
disiplin ilmu termasuk ilmu pendidikan Islam secara implisit sebenarnya telah
memberikan deskripsi tentang evaluasi pendidikan dalam Islam.
Tujuan Evaluasi Evaluasi adalah
suatu kegiatan yang disengaja dan bertujuan. Kegiatan evaluasi dilakukan dengan
sadar oleh guru dengan tujuan untuk memperoleh kepastian mengenai keberhasilan
belajar peserta didik dan memberikan masukan kepada guru mengenai apa yang dia
lakukan dalam kegiatan pengajaran. Dengan kata lain, evaluasi yang dilakukan
oleh guru bertujuan untuk mengetahui bahan-bahan pelajaran yang disampaikan
apakah sudah dikuasi oleh peserta didik ataukah belum. Dan selain itu, apakah
kegiatan pegajaran yang dilaksanakannya itu sudah sesuai dengan apa yang
diharapkan atau belum. dengan fungsinya evaluasi adalah mutlak dilakukan dan
merupakan kewajiban bagi setiap guru dalam setiap saat melaksanakan kegiatan
pembelajaran. Disebut demikian, karena menjadi salah satu tugas pokok guru
selain mengajar, adalah melaksanakan kegiatan evaluasi. Evaluasi dan kegiatan
mengajar merupakan satu rangkaian yang sangat erat di mana antara keduanya
tidak dapat dipisahkan. Lebih dari itu juga adalah guru harus mengetahui tugas
dan fungsi evaluasi itu sendiri. Dikatakan demikian agar guru mudah
menerapkannya untuk menilai kegiatan pembelajaran pada rumusan tujuan yang
telah ditetapkannya tercapai.
Komentar
Posting Komentar