Strategi Pembelajaran
Nama :
Rudi
Nim :
11901163
Prodi /
Kelas :
PAI / 4E
Mata
Kuliah :
Magang 1
Dosen Pengampu : Farninda
Aditya,M.Pd.
Strategi
Pembelajaran
Membicarakan masalah pendidikan,
sudah barang tentu akan melibatkan banyak hal yang harus direnungkan. Sebab,
pendidikan meliputi keseluruhan tingkah laku manusia yang dilakukan demi
memperoleh kesinambungan, pertahanan dan peningkatan hidup. Untuk menghasilkan
pendidikan yang baik, tentunya harus memiliki strategi dalam proses belajar
mengajar (pembelajaran). Oleh karena itu penetapan strategi yang relevan
merupakan suatu keharusan. Strategi pembelajaran yang tepat akan membina
peserta didik (mahasiswa) situasi yang terjadi dan yang mungkin terjadi. Karena
penetapan strategi yang tidak tepat akan berakibat fatal. Sebab akan terjadi
kontraproduktif dan berlawanan dengan apa yang ingin dicapai, misalnya seorang
dosen mengajar agar mahasiswa menjadi kreatif, akan tetapi mengajar dengan
cara-cara otoriter dan kaku. Maka dalam hal ini yang akan mengakibatkan
kefatalan terhadap mahasiwa tersebut. Dalam hal ini juga dikatakan, pengetahuan
dan teori bagaimana berlari yang baik tentu saja akan menambah pemahaman
seseorang tentang hal-ihwal berlari. Akan tetapi tori-teori tersebut tidak
dapat membuat ia menjadi pelari yang baik apabila ia mencukupkan pada teori itu
saja. Untuk mencapai hasil yang optimal, ia harus mendapatkan kesempatan guna
mengaplikasikan teori-teori tersebut dan berlatih berlari tahap demi tahap
dengan perbaikan-perbaikan seperlunya. Hal yang sama juga berlaku untuk
pembelajaran yang lain, seperti kemampuan berpikir, keterampilan bergaul dan
manajemen. (Mansyur, 1991: 6) Dengan demikian, cara mengajar yang seperti ini
bisa berlangsung apabila peserta didik (mahasiswa) secara leluasa dapat melatih
kemampuannya dalam berbagai bentuk kegiatan. Proses pembelajaran yang
berlangsung di dalam kelas diharapkan mampu mem bantu proses belajar peserta
didik dan merangsang serta mendorong mereka untuk secara mandiri aktif
melakukan sesuatu. Oleh karena itu, ketika mempersiapkan perkuliahan, guru atau
dosen harus memikirkan cara agar peserta didik (mahasiswa) memproses informasi
yang disampaikan. Di sisi lain, guru atau dosen juga harus mempertimbangkan
cara mengaitkan informasi yang disampaikan dengan pengetahuan yang dimiliki
sebelumnya oleh peserta didik (mahasiswa) .
Istilah Strategi mula-mula dipakai
di kalangan militer dan diartikan sebagai seni dalam merancang (operasi)
peperangan, terutama yang erat kaitannya dengan gerakan pasukan dan navigasi ke
dalam polisi perang yang dipandang paling menguntungkan untuk memperoleh kemenangan.
Penetapan strategi tersebut harus didahului oleh analisis kekuatan musuh yang
meliputi jumlah personal, kekuatan senjata, kondisi lapangan, posisi musuh, dan
sebagainya. Dalam perwujudannya, strategi tersebut akan dikembangkan dan
dijabarkan lebih lanjut menjadi tindakan- tindakan nyata dalam medan
pertempuran. (Abu Ahmadi, dan Joko Tri Prasetya, 1997: 11) Istilah strategi
dewasa ini banyak dipakai oleh bidang-bidang ilmu lainnya, termasuk juga dalam
dunia pendidikan. Secara umum strategi mempunyai pengertian sebagai suatu garis
besar haluan dalam bertindak untuk mencapai sasaran yang telah ditentukan.
Kemudian jika dihubungkan dengan kegiatan belajar mengajar, maka strategi dalam
artian khusus bisa diartikan sebagai pola umum kegiatan yang dilakukan guru-murid
dalam suatu perwujudan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang
telah digariskan. (Abu Ahmadi, dan Joko Tri Prasetya, 1997: 12) Dalam pemilihan
strategi haruslah dipilih strategi yang tepat, pengajaran yang diberikan kepada
anak didik tidak bersifat paksaan bahkan perilaku pemimpin kadang tidak perlu
dilakukan. Sebagai gantinya, para pendidik harus bersikap ngemong atau among.
Para guru seharusnya tidak mengajarkan pengetahuan mengenai dunia secara
dogmatik. Sebaliknya mereka hanya berada dibelakang anak didik sambil memberi
dorongan untuk manju, secara khusus mengarahkan ke jalan yang benar, dan
mengawasi kalau-kalau anak didik menghadapi bahaya atau rintangan. Anak didik
harus memiliki kebebasan untuk maju menurut karakter masing-masing dan untuk
mengasah hati nuraninya. Dengan demikian tugas pendidik adalah memikirkan dan
memilih strategi yang sesuai dengan tujuan pembelajaran serta karakteristik
anak didiknya. Tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan akan dapat tercapai
secara berdaya guna dan berhasil guna, maka guru dituntut untuk memiliki
kemampuan mengatur secara umum komponen-komponen pembelajaran sedemikian rupa
sehingga terjalin keterkaitan fungsi antara komponen pembelajaran yang
dimaksud. Untuk melaksanakan tugas secara profesional guru diharuskan memiliki
wawasan yang mantap tetang strategi pembelajaran yang sesuai dengan tujuan
belajar atau tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan, baik dalam arti efek
instruksional
maupun dalam arti efek pengiring
dll. (M. Asrorun Ni’am, 2006: 3).
Pengertian dan Tujuan Pembelajaran (Learning
Objectives) Kata pembelajaran sengaja dipakai sebagai padanan kata yang berasal
dari bahasa Inggris Instruction. Kata Instruction mempunyai pengertian yang
lebih luas daripada pengajaran. Jika kata pengajaran ada dalam konteks
guru-murid di kelas (ruang) formal, pembelajaran atau Instruction mencakup pula
kegiatan belajar mengajar yang tak dihadiri proses belajar, maka usaha-usaha
yang terencana dalam manipulasi sumber-sumber belajar agar terjadi proses
belajar dalam diri siswa kita sebut pembelajaran. (Arief S. Sadirman, 1996: 7)
Learning Objectives (LO) adalah istilah yang menggabungkan compounding dua
kata, yaitu kata Learning yang berarti “belajar” atau pembelajaran dan kata
Objectives yang berarti “tujuan”. Secara sebagai berikut: Cranton mengemukakan
bahwa tujuan pembelajaran adalah pernyataan-pernyataan tentang pengetahuan dan
kemampuan yang diharapkan dari peserta setelah selesai pembelajaran (Cranton,
1989). Sementara itu, Meger dalam bukunya yang berjudul Objetives (1975),
menyatakan bahwa tujuan pembelajaran adalah gambaran kemampuan mahasiswa yang
menunjukkan kinerja yang diinginkan yang sebelumnya mereka tidak mampu. Di
samping tersebut di atas, ada juga yang mengemukakan bahwa tujuan pembelajaran
adalah Learning Objectives are statement articulating the learning your will
achieve in your cours (Lihat Hand Out Workshop Sistem Pendidikan, 1996).
Artinya bahwa tujuan pembelajaran ialah pernyataan-pernyataan yang menyatakan
hasil belajar yang akan dicapai oleh mahasiswa pada mata kuliah anda. (Hisyam
Zaini, 2002: 57) Ada beberapa istilah semakna dengan Learning Objectives (LO),
di antaranya adalah Learning Outcomes dan Tujuan Intruksional. Istilah yang
populer digunakan di Indonesia adalah tujuan instruksional. Adapun tujuan
intruksional dibagi menjadi dua, yaitu: (1) tujuan intruksional umum (TIU),
yaitu pernyataan yang menggambarkan kemampuan umum yang seharusnya dicapai oleh
mahasiswa setelah menyelesaikan satu bidang studi atau mata kuliah selama satu
semester. (2) tujuan intruksional khusus (TIK), yaitu tujuan yang menggambarkan
hasil belajar yang harus dicapai oleh mahasiswa setelah tatap muka dengan satu
pokok bahasan atau topik pelajaran tertentu. (Hisyam Zaini, 2002: 58)
Komentar
Posting Komentar